Ide itu ibarat benih. Sedangkan otak kita bagaikan tanah. Di ladang otaklah, selama ini kita “bercocok ide”. Sama halnya dengan bercocok tanam, “bercocok ide” juga punya tahap-tahapan agar dari satu benih ide, tumbuh menjadi tujuh tangkai gagasan dan dari satu tangkai gagasan memiliki seratus butir pemikiran atau wacana. Lantas, apa saja tahapan —agar dari satu butir gagasan menjadi tujuh ratus wacana— itu?

 

Pertama, tahap mengolah “ladang otak”.

 

Para petani, sebelum bercocok tanam, biasanya mereka mengolah tanah. Kalau di sawah, kita kenal dengan mencangkul. Ini sebagai langkah awal, agar benih padi yang akan mereka tanam nanti, tumbuh dengan mudah.
Begitu pula halnya dengan bercocok ide. Sebelum kita menaburkan benih ide, sebaiknya kita mengolah ladang otak kita.
Ladang otak yang kita maksud adalah cara kita menyerap informasi dan cara kita mengatur informasi tersebut. Atau —kita meminjam istilah Bobbi De Porter dan Mike Hernacki— modalitas dan dominasi otak. Dan kombinasi dari keduanya, kita sebut dengan gaya belajar.

 

Dalam buku Quantum Learning, beliau berdua menjelaskan bahwa modalitas kita terbagi menjadi tiga:

1) visual, yaitu belajar dengan cara melihat;

2) audio, yaitu belajar dengan cara mendengar;

3) kinestetik, yaitu belajar dengan cara bergerak, bekerja, dan menyentuh.

 

Selanjutnya, beliau berdua mengutip pendapat Anthony Gregore —profesor di bidang kurikulum dan pengajaran di Universitas Connecticut— bahwa dominasi otak atau gaya berpikir kita terbagi menjadi empat:

1) sekuensial konkret;

2) sekuensial abstrak;

3) acak konkret;

4) acak abstak.

 

Dengan memahami gaya belajar —modalitas dan dominasi otak— kita, maka kita akan lebih mudah menanam gagasan dalam otak kita, alias mudah mencerna informasi, sehingga menjadi sebuah gagasan. Selama ini, tidak sedikit yang stres dalam mencari ide, karena mereka tidak memahami gaya belajar mereka. Dapat kita bayangkan, apa yang terjadi ketika kita yang bermodalitas audio, tapi mencari ide dengan cara membaca buku?

Oleh sebab itu, langkah awal untuk menangguk ide adalah kita harus memahami gaya belajar kita. Kalau gaya belajar kita lebih dominan visual, maka cara mendapatkan ide adalah banyak membaca, memperhatikan orang atau lingkungan di sekitar kita, atau kegiatan apapun yang membutuhkan penglihatan kita. Jika gaya belajar kita audio, langkah yang terbaik mencari ide adalah dengan cara wawancara, diskusi, atau kegiatan yang berhubungan dengan pendengaran. Dan manakala ternyata gaya belajar kita kinestetik, maka cara yang tepat menemukan ide adalah melakukan trial and error, investigasi, dan kegiatan yang membutuhkan pengalaman.

Advertisements

Bab         :  Fungsi Dan Invers

Materi     : Domain Fungsi

Kelas      :  2 IPA Dan 2 IPS

 

Tentukan domain dari fungsi – fungsi berikut !!

soal-domain.jpg

Bab         :  Fungsi Dan Invers

Materi     : Invers Fungsi

Kelas      :  2 IPA Dan 2 IPS

 

Tentukan invers dari fungsi – fungsi di bawah ini !

SOAL INVERS

 

 

Bab         :  Suku Banyak

Materi     : Teorema Faktor Dan Teorema Sisa

Kelas      :  2 IPA

 

1.      Jika (2x – 1) adalah salah satu faktor dari f(x) = 4x4 – 12x3 + mx2 + 2. Maka nilai yang mungkin untuk m adalah..

 2.      Salah satu faktor dari f(x) = ax3 + 18×2 – 17x + 3 adalah (x – 1). Maka nilai a yang mungkin adalah… 3.      Jika sisa pembagian dari 2x3 – x2 – x + p dengan (x + 1) adalah -3.maka harga p yang memenuhi adalah…. 4.      Suku banyak f(x) dibagi dengan x2 – 4x mempunyai sisa (5x – 3) dan f(x) dibagi dengan (x + 3) mempunyai sisa 4. Maka jika f(x) dibagi dengan x2 – x – 12 mempunyai sisa…… 5.      Suku banyak f(x) dibagi dengan (x + 2) sisanya 5 dan f(x) dibagi dengan (x – 5) sisanya 19. Jika f(x) dibagi x2-3x-10 maka nilai sisa yang mungkin adalah … 6.      Suku banyak f(x) = 3x2 – 75x + 4 dibagi oleh (x – k) dengan k > 0 mempunyai sisa 4. Maka nilai k yang mungkin adalah …… 7.      Suku banyak f(x) = x4 + 3x2 – ax2 + (a + 2)x + 3 dibagi dengan x + 2 mempunyai sisa 15. Maka nilai a adalah….. 8.      Suku banyak f(x) dibagi dengan (x2 – 4x) bersisa 2x – 6 dan jika dibagi dengan (x2 – 1) bersisa 8. Maka jika f(x) dibagi dengan x2 – 5x + 4 sisanya adalah…. 9.      salah satu akar dari Persamaan x3 – x2 – 32x + a = 0 adalah (x + 2), maka akar – akar lain yang mungkin adalah… 10.  Sisa pembagian x2 + ax – b : (x – 1) adalah 4, sisa pembagian x2 + bx + a : (x – 1) adalah 3. Maka a2 – b2 adalah……. 11.  Salah satu faktor f(x) = x4 – x3 + ax2 – a2x  + 4 adalah (x + 1) dan nilai a > 0, maka jika f(x) dibagi dengan (x + 4) sisa yang mungkin adalah….. 12.  Jika x10 – 8x9 + 7x8 – 6x5 + 3x4 – x3 + x2 + a habis dibagi (x + 1), maka nilai a adalah….  

kenapa hatiku tak berani bicara,
tentang perasaanku kepadamu??

rasa yang telah lama ku pendam sendiri dalam hati.
setiap kalimencoba untuk mengatakan apa yang kurasakan padamu,
tapi hati ini selalu diam membisu.

biarlah suatu saat nanti, hati ini siap untuk mengatakan apa yang kurasakan padamu saat ini.

Pembahasan post test kelas 2 IPA

  1. Carilah nilai Cos 56 + sin 56 tan 28 !!

·        Cos 56 = 1 – 2 sin228

·        Sin 56 = 2 sin 28 cos 28

·        Tan 28 = (sin 28 / cos 28)

Maka, cos 56 + sin 56 tan 28 = 1 – 2 sin228 + (2 sin 28 cos 28) (sin 28 / cos 28)

  = 1 – 2 sin228 + 2 sin228

  =  1.

  1. Buktikan sin4x – cos4x = cos 2x

sin4x – cos4x  = (sin2x + cos2x) (sin2x – cos2x)

 = 1. cos 2x

  = cos 2x ( terbukti )

  1. Jika A, B, dan C adalah titik – titik sudut ada segitiga dan nilai sin C = 3/5. Maka nilai sin (A+B) adalah…

·  A + B + C = 180˚

A + B = 180˚ – C

Maka nilai sin (A+B) = sin (180˚ – C) = sin C = 3/5

Bukan titik yang menyebabkan tinta, melainkan tintalah yang menyebabkan titik.

Bukan cantik yang menyebabkan cinta, melainkan cintalah yang menyebabkan cantik.